My First Photo Competition

Last month, husband and I went to Canberra to see the Floriade and visit some of his friends. Floriade is Australian spring festival that is held in Canberra every year. As you know, spring festival is identical with flower festival. In Floriade you will find beds of tulips and poppies and many other exhibitions. The Commonwealth Park (where the Floriade is held), is not that big compared with Showa Kinen park in Japan. Me and Honey finished seeing every corner, eating churros, and taking pictures in only 2 hours. That's quite fast compared to my 4-hour trip in Showa Kinen, hehe.

Anyway, in Floriade, there is also photo exhibition which exhibits pictures from the previous Floriade photo competitions. The pictures were large-printed and placed randomly around the park. I don't know why suddenly I wanted to enter the competition. So, we went around the park and see the winning pictures, try to find out the key to winning. Actually, there is nothing really special about those pictures (except a few). So, I thought I'd give a shot.

I had to find a "different" idea. I avoided taking pictures of the flower only and macro shots (I didn't have the lens anyway, haha). Then, I came up with the idea of making heart-shape with our hands and have the flower bed as the blurry background. It took me many attempts (and a couple of different flower beds to see how the background turned out) to get the perfect heart-shape and photo angle. Honey was whining a couple of times too because he couldn't hold his hands up too long. Seriously, with only two of us and two usable hands, this is called "niat banget!". It was a pain for me as well because I had to hold my left hands up and hold the camera (and snap the shutter button) with my right hand.

In the competition, each person can submit up to two entries. I had a couple of other shots but I somehow feel this one is going to make it. Besides, I was too confused which other photo to submit, so at the end I only submitted one.

A few days ago my photography friend (who taught me a lot about photography when I was in Japan), mas Reza, posted on my Facebook wall the link of the Floriade photo competition announcement. He found the link when he was browsing and saw my name on one of the photo. I even already forgot about it, actually, because there wasn't any notification. Alhamdulillah the picture made it as the finalist. I didn't get the major prize, but I'm happy enough as the finalist since this is my first time to enter a photo competition. Lastly, my husband says, "see, you can even win the competition by using your lame lens-kit ;)"~ he's finding excuse for me to keep taking pictures regardless how crappy the lens-kit is (before I am united again with my prime).

And here's the winning picture (cropped)!
http://www.abc.net.au/local/photos/2012/10/22/3615995.htm



Other shots from the Floriade:
http://augystagram.blogspot.com.au/2012/10/floriade-2012-be-spring-inspired.html
http://augystagram.blogspot.com.au/2012/10/lalala.html

*reposted from my old blog

Fussili Creamy Sauce

Di kulkas ada 2 macam bahan yang harus berusaha saya habiskan sebelum tanggal kadaluarsa yang semakin mendekat: cooking cream dan butter. Karena setelah berdiet ikan dan sayur cukup lama (padahal baru seminggu-an lebih), saya mulai bosan dan akhirnya membayangkan makanan berkrim, berkeju, bermentega, dan berpasta. So, I thought I'll just go for a simple modified fettucine alfredo.






BAHAN (2 SERVINGS):
  • 40 gr butter (mentega)
  • 200 ml cooking cream
  • 4 lembar daging asap
  • 1/4 bulat bawang bombay
  • 75 gr keju
  • Merica secukupnya
  • Garam secukupnya
  • 200 gr fussili

CARA MEMBUAT:
  1. Rebus fussili hingga al dente.
  2. Panaskan mentega hingga leleh. Tumis bawang bombay hingga harum. Masukkan daging asap yang telah dipotong panjang-panjang, merica, dan garam. Masak hingga daging matang.
  3. Masukkan cooking cream, aduk. Kemudian masukkan keju dan aduk hingga keju leleh di atas api kecil.
  4. Masukkan fussili yang telah direbus ke dalam saus krim dan aduk-aduk hingga merata.


CATATAN:
  1. Fussili bisa diganti dengan pasta jenis apapun. Aslinya, resep ini menggunakan fettucini, tapi saya malas menggunakan pasta yang pake diulir-ulir dulu sebelum makan, repot... haha.
  2. Sebetulnya resep diatas sepenuhnya ngarang takarannya. Kecuali perbandingan keju dan cooking cream yang memang 75 gr dan 200 ml, berdasarkan resep yang dulu pernah saya contek di toko buku tapi sekarang sudah lupa takaran resep aslinya. Jadi, silakan dimodifikasi juga takarannya sesuai selera.
  3. Daging asapnya kalau kurang bisa ditambahkan. Bisa juga ditambahkan jamur (kynya yang ini enak), tapi saya males beli jamur kancingnya, hehe.
  4. Kalau nggak ada cooking cream, bisa diganti dengan heavy cream atau somewhat whipping cream. Tapi kalau nggak bisa juga, bisa diganti dengan susu cair yang ditambahkan dengan tepung untuk mengentalkan (tapi saya nggak tahu takarannya).
  5. Penyajiannya bisa juga dengan saus krim disiram di atas fussili. Tapi saya lebih suka pasta dan saus dicampur ketika masih di atas kompor. Terakhir, supaya lebih gurih bisa juga ditambahkan taburan keju parmesan. Sayang sekali waktu saya ke supermarket kemarin nggak menemukan keju parmesan, hiks

Cinnamon rolls

Tadinya sudah berniat bikin postingan tentang wisuda, apa daya... saya lagi M~ males. Yasu, but it's always fun making post on cooking, haha! This morning I tried out a cinnamon rolls recipe for the second timeThe first time, it was a total mess up because I used the wrong kind of flour. Harusnya pakai Cakra Kembar (khusus roti) tapi saya malah pakai Kunci Biru (untuk gorengan). Bukannya jadi roti, malah jadi "batu" - keras.

Bahan-bahannya sebetulnya udah disiapin dari agak lama, tapi baru terkumpul niatnya 100% untuk baking hari ini... mumpung libur dan saya gak mau menghabiskan waktu lebih lama di tempat tidur. Resep cinnamon rolls diambil dari cooking website AllRecipes.com (one of my favorite). Dan karena takut kalau gagal nggak sanggup menghabiskan, akhirnya resep yang aslinya dibuat untuk 12 serving saya kurangi menjadi setengahnya. Tentunya waktu mencampur dan menguleni adonan banyak improvisasi antara takaran larutan air-susu-butter, telur, dan tepung.

BAHAN (12 SERVINGS):
  • Adonan:
  • 120 ml susu cair
  • 120 ml air
  • 30 gr margarin (butter)
  • 5 gr garam
  • 375 gr tepung Cakra Kembar
  • 9 gr ragi (= 1 sachet Fermipan)
  • 50 gr gula pasir
  • 1 telur
  • Taburan cinnamon (kayu manis):
  • 45 gr mentega (butter)
  • 2 gr kayu manis bubuk
  • 65 gr gula pasir
  • Icing sugar:
  • 120 gr gula halus
  • 20 gr mentega (butter) dilelehkan
  • 20 ml susu cair

CARA MEMBUAT:
  1. Membuat adonan: Panaskan susu, air, dan mentega dengan api kecil hingga hangat. Kemudian, campurkan larutan tersebut dengan garam, tepung, ragi, gula, dan telur. Uleni hingga kalis.
  2. Pipihkan adonan menjagi persegi panjang dengan tebal kira-kira 1 cm. Oleskan permukaan adonan dengan mentega. Campur kayu manis dengan gula, kemudian bubuhkan di atas adonan yang telah dioles mentega. Bisa ditambahkan kismis dan kacang bila suka.
  3. Gulung adonan, kemudian potong dengan tebal kira-kira 2 cm. Masukkan ke dalam loyang yang telah diolesi mentega. Tutup dengan lap basah dan biarkan mengembang selama 30 menit.
  4. Masukkan loyang ke dalam oven dengan temperatur 190 derajat C selama 20 - 25 menit.
  5. Membuat icing sugar: Campurkan semua bahan. Kemudian oleskan di permukaan cinnamon rolls yang sudah matang.

Kenyataannya... karena kalau resep dikurangi setengahnya, maka otomatis perhitungan resep akan menjadi setengahnya. Begitu juga takaran telurnya, yang tadinya 1 menjadi setengah telur. Karena bingung dengan "setengah telur", akhirnya saya menggunakan telur dengan ukuran paling kecil yang ada di rumah. Lalu, sepertinya takaran susu dan air untuk adonan saya juga agak kebanyakan. Akhirnya saya harus menambah takaran tepungnya lagi supaya adonannya bisa kalis. Untuk taburan kayu manisnya, tadi saya nambahin gulanya lagi, hehe... supaya lebih mantap rasanya. Lalu, untukicing sugar-nya, harusnya warnanya putih, tapi mungkin karen saya pakai gula pasir kuning yang dihaluskan maka warnanya tetap kuning dan kurang menarik, hoho. This dish is best served when hot (soalnya kata adek, "ini cinnamon rolls-nya mulai melempem"... hehe :D). And this is how the thing looked like...


Memang agak keliatan gosong, hehe, but it's totally fine. It's only burnt sugar.

Cinnamon roll with yellow icing sugar. Yum!